Tanam perdana Turgo, pada tanggal 20 januari 2011. Luas lahan sekitar 5.000 m2, telah disupport bibit cabai kriting sebanyak 10.000 bibit. Yang telah dilakukan para petani untuk merawat tanaman cabai yang telah disupport dengan melakukan pemupukan organik cair yang disemprotkan pada 5 hari sekali dan dilakukan penyiangan agar tidak ada gulma.
Kondisi tanaman saat ini :
Kondisi tanaman saat ini :
- Daun dimakan ulat (jenis: ulat hijau, hitam lorek)
- Pertumbuhan tidak merata
- Kutu batang pada pucuk daun berwarna coklat
- Sebagian pucuk daun kriting dan terdapat kutu berwarna hitam
- Mengawasi tanaman yang telah ditanam tiap harinya.
- Ulat diambil dan dimusnahkan.
- Pertumbuhan yang terlambat ditambah porsi pupuk cairnya pada setiap penyemprotannya.
- Khususnya pada kutu batang dilakukan penyempotan menggunakan pestisida organik (yaitu campuran brotowali dengan temulawak yang dicampur dengan perbandingan 1:1 pada air sebanyak 3 liter dan direbus menjadi kurang lebih 1 liter) dengan takaran 5 tutup botol yang dicampur pada 14 liter air.
- Cara mengatasi virus, rumput yang terdapat pada antar bedeng harus dibersihkan atau pada antar bedeng dicampur pasir.
Ada beberapa saran untuk merawat tanaman organik yaitu tanah didangir disekitar tanaman agar akar bisa bernafas dan dilakukan penyemprotan pupuk hanya pada lubang mulsa, supaya lebih efisien.
Info : Untuk Ngandong maupun Turgo sudah mulai mempersiapkan untuk membuat pupuk secara swadaya.
(sumber : Inoe)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar